Cara Menghitung Persen Gaji Untuk Sedekah Bulanan

Cara perhitungan sedekah gaji bulanan – Bagaimana cara menghitung persen gaji untuk sedekah? Bagaimana pula perhitungan sedekah gaji bulanan? Seringkali orang-orang kebingungan dengan pertanyaan tersebut. Apa lagi Anda belum paham akan hal – hal tersebut. Benarkan kita wajib bersedekah dalam tiap bulannya dari gaji yang diterima? Serta berapa yang harus dikeluarkan dari penghasilan setiap bulannya?
Untuk itu sobat semua perlu memahami makna zakat dan sedekah.

 

Makna zakat dan sedekah

cara menghitung persen gaji untuk sedekah

Sobat semua mengetahui jika sedekah adalah perbuatan sangat mulia. Allah akan membalas setiap sedekah yang kita keluarkan dengan niat mencari ridho Allah SWT.

Namun, diantara amalan sedekah, Allah mewajibkan kita untuk melaksanakan Zakat. Juga semua Zakat wajib untuk kita tunaikan, baik zakat fitral, maal serta zakat pertanian serta lain-lain.

Lalu bagaimana cara menghitung persen gaji untuk sedekah bulanan atau zakat profesi? Baca dulu tentang Rumus Persen di Excel agar lebih mudah dalam menghitung persentase di Microsoft Excel.

 

Cara menghitung persen gaji untuk sedekah

Kewajiban menunaikan zakat profesi merupakan ijtihad para ulama. Oleh karena itu, ada beberapa pendapat berkaitan cara menghitung serta bayarnya.

  1. Zakat profesi (Zakat emas & perak)
    Zakat profesi merupakan sedekah dari gaji dan disamakn dengan zkat perak dan emas. Nisabnya = 85gr emas, zakat dimana harus dikeluarkan yaitu 2,5%.
  2. Zakat profesi (Zakat pertanian)

Nisab zakat pertanian yaitu 520 kg hasil panen (makanan pokok), kalua di Indonesia yaitu beras.

Untuk zakat profesi (zakat pertanian) dianggap lebih kuat dengan dukungan beberapa dalil lainnya.

Lalu bagaimana cara menghitung zakat penghasilan?

Sebelum Anda mengetahui perhitungan sedekah gaji bulanan, perlu di ketahui bersama, apakah sobat sudah wajib mengeluarkan zakat profesi ataukah belum?

Karena zakat profesi disejajarkan dengan zakat hasil pertanian / perkebunan dimana hasilnya = 520 kg pangan pokok. Bila di Indonesia setara dengan harga beras pada saat menerima gaji.

Contohnya adalah sebagai berikut:

520 kg x 10.000 (harga beras saat ini) = 5.200.000

Apabila, penghasilan bulanan Anda setelah dikurangi utang maupun cicilan lebih dari Rp. 5.200.000 maka Anda wajib membayar zakat.

 

Cara menghitung zakat penghasilan

Zakat pertanian dikeluarkan saat setelah panen. Maka Zakat profesi juga dikeluarkan disaat Anda menerima gaji.

Rumus menghitung zakat penghasilan:

(Total Gaji – Uatang / cicilan) x 2,5% = Zakat dimana harus dikeluarkan.

 

Contoh:

Penghasilan Anda yaitu Rp.8.000.000. lalu cicilan untang setiap bulan total habis Rp.500.000. Maka jika dihitung zakat profesinya adalah:

(Rp. 8.000.000 – Rp.500.000) x 2,5% = Rp.187.500.

Maka zakat penghasilan gaji diatas adalah Rp.187.500.

 

Catatan:

Apabila total gaji setelah dikurangi cicilan atau hutang kurang dari nisab, maka tidak wajib dalam membayar zakat.

 

Sarat zakat penghasilan

  1. Penghasilan ada dalam kekuasaan si pemberi zakat secara total. Penghasilan didapat melalui proses yang benar sesuai ketentuan dalam agama serta memiliki manfaat secara penuh.
  2. Tercapainya nishab, maksudnya adalah sudah mencapai jumlah sesuai atau telah ditentukan sebagai syarat zakat penghasilan.
  3. Memiliki kelebihan dalam hal kebutuhan pokok bagi dirinya serta keluarganya yang jadi tanggungannya. Artinya apabila kebuthan tersebut tidak terpenuhi, maka ia tidak dianggap layak dalam berzakat.
  4. Bebas dari hutang, artinya jika nilai hutangnya mengurangi nilai batas nishab yang harus dibayar di waktu yang sama (waktu dikeluarkan zakat) maka tidak wajib melakukan zakat.
  5. Sudah mencapai haul (1 tahun) yakni penghasilan tersebut sudah mencapai atau berlalu selama 1 tahun.

Baca Dulu: Cara Mencari Persentase di Excel

Demikian pembahasan mengenai cara menghitung persen gaji untuk sedekah. Semoga ulasan ini menmbah referensi dan pengetahuan sobat semua dalam hal zakat penghasilan gaji.

Leave a Reply