Contoh & Penggunaan Fungsi Rumus IF Ganda & Tunggal Pada Excel

Di tutorial yang lalu telah dipelajari tentang rumus IF bertingkat pakai Vlookup, rumus IF 5 kondisi serta rumus IF dengan banyak kriteria. Untuk itu, sekiranya mengenai rumus IF bertingkat ini Anda sudah cukup jelas. Apabila belum, kita akan belajar lagi mengenai fungsi rumus IF ganda dan cara membuatnya. Kami juga buatkan contoh cara menggunakan rumus IF ganda di tabel Excel. Rumus ini bisa Anda pakai di berbagi versi Office Excel. Mulai dari Office 2007, 2010 dan kami coba di Ms Office 2013. Nah, langsung saja untuk contoh dan penggunaan rumus ini bisa disimak dibawah.

 

A. Penggunaan rumus IF ganda pada Excel

Fungsi rumus if ganda juga bisa dimasukan ke fungsi IF lainnya. Oleh karenanya rumus if ini disebut juga rumus IF ganda, rumus IF bertingkat serta rumus IF bercabang. Dalam istilah di dalam aplikasi Excel disebut juga Nested IF Function.

rumus IF ganda

Dalam penerapannya, rumus IF bercabang ini bisa dipakai sampai 64 cabang atau tingkat.

Contoh 1

Jika Anda ingin mengetahui contoh rumus IF ini, bisa dilihat dibawah ini:

Penggunaan rumus if ganda pada Excel

Untuk contoh diatas, contoh rumus if ganda yang dipakai pada cell B2 adalah:

=IF(B2>60,IF(C2>60,”LULUS”,”GAGAL”),”GAGAL”)

 

Fungsi rumus diatas memakai uji logika ganda di 2 cell secara bertahap:

Apabila cell B2 lebih dari 60 maka memakai logika tes rumus IF ke 2. kemudian bila cell B2 tidak lebih atau kurang dari 60, hasilnya bisa dibilang “Gagal”.

Rumus IF Excel untuk cell E2:

=IF(B2>60,IF(C2>60,”LULUS”,”GAGAL”),”GAGAL”)

 

menghasilkan keterangan LULUS.

Pada cell Excel berikutnya tinggal copy rumus kebawah / autofill.

Pada E3 menghasilkan keterangan GAGAL, karena C2 memiliki nilai 50 (kurang dari 60).

 

Contoh 2

Contoh rumus IF ganda lainnya bisa dilihat dibawah ini:

Contoh rumus IF ganda

Keterangan:

Formula Excel yang dipakai :

=IF(D2>60,”LULUS”,”GAGAL”)

 

Apabila cell D2 lebih dari nilai 60, Keterangan nilainya y=”LULUS”. Namun apabila nilai tidak lebih dari 60 pada keterangan nilainya “GAGAL”. Hasil test logical rumus IF tersebut adalah True atau “LULUS”

=IF(D5>60,”LULUS”,”GAGAL”)

 

Jika condition cel D5 lebih dari nilai 60 maka keterangannya “LULUS”, Jika nilai tidak lebih dari 60 maka nilai keterangannya “GAGAL”. Hasil test logical rumus IF tersebut adalah False atau “GAGAL”.

Berikutnya formula Excel:

=IF(D2>=90,”A”,IF(D2>=80,”B”,C”))

 

Bila cell D2 nilainya lebih atau sama dengan 90, maka keterangan nilainya A. Namun bila tidak lebih atau sama dengan 90, maka rumus mengevaluasi lagi apakah lebih dari 80 atau kurang ataupun sama dengan 80.

Apabila cell D2 lebih atau sama dengan nilai 80, keterangannya yaitu B, Jika tidak maka keterangannya C.

=IF(D3>=90,”A”,IF(D3>=80,”B”,”C”))

 

Bila cell D2 nilai lebih dari atau sama dengan 90 maka nilai keterangannya adalah A. Apabila nilai tidak lebih dari 90 atau sama dengan 90 maka nilai tersebut akan dievaluasi lagi. Nilai yang lebih atau sama dengan 80 maka nilai keterangan = B. Jika tidak ditulis maka nilai keterangan = C. Hasil akhirnya berupa nilai keterangan B.

 

B. Rumus IF Tunggal

Rumus IF tunggal lebih sederhana lagi dari penggunaan rumus IF ganda pada Excel .

Berikut contoh rumus IF tunggal:

Rumus IF Tunggal

Rumus IF Tunggal

 

Rumus Excel F2 diatas yaitu:

=IF(E2>140,”LULUS”,”GAGAL”)

 

Dari tabel Excel tersebut, pada cell F2 menghasilkan keterangan LULUS. Hal ini dikarenakan jumlah nilai 150 yang artinya diatas 140. Jumlah nilai yang lebih dari 140 memiliki nilai keterangan “LULUS”.

Sedangkan pada kolom F3, jumlah nilai = 140 sehingga keterangan nilainya adalah “GAGAL”.

Contoh rumus IF tunggal tersebut sebenarnya hanya melakukan 1 kali uji logika (evaluasi). Untuk melakukan lebih dari 1 logical test (uji logika), kita telah mempelajarinya pada rumus IF di point A diatas. Silahkan kalian mempelajarinya.

Semoga uraian dan penjelasan cara membuat dan menggunakan rumus if ganda ini jelas bagi kamu semua. Selamat belajar dan mencoba!

Leave a Reply