Andin Reva Kita memiliki dua telinga dan satu mulut. Karena itu, kita bisa mendengarkan dua kali lebih banyak daripada berbicara.

Contoh Soal Korelasi Sederhana & Regresi

1 min read

contoh soal korelasi sederhana

Pada saat membahas tentang ilmu statistika, terdapat berbagai macam materi yang wajib dipelajari. Salah satu materi tersebut adalah tentang korelasi sederhana. Jenis korelasi tersebut merupakan dasar penting untuk diketahui dalam belajar statistik. Nah, bagi Anda yang ingin belajar dan mencari contoh soal korelasi sederhana, langsung saja ikuti pengertian serta penjelasan soal berikut ini.

Contoh Soal Korelasi Sederhana

Baca Juga : Cara Menghitung Diagram Batang

Pengertian Korelasi Sederhana

Korelasi sederhana adalah sebuah teknik dalam ilmu statistik yang berfungsi untuk melakukan pengukuran kekuatan relasi dari dua buah variabel. Selain itu, teknik tersebut bisa juga digunakan untuk mencari tahu bentuk hubungan dari dua buah variabel. Hasil dari teknik tersebut sifatnya akan kuantitatif.

Lantas, apa maksud dari kekuatan hubungan tersebut? Kekuatan pada hasil teknik ini merupakan sebuah indikator apakah hubungan tersebut termasuk “Erat”, “Tidak Erat”, ataupun “Lemah”. Sementara dalam hubungannya sendiri berbentuk korelasi yang linear positif ataupun linear negatif.

Kekuatan hubungan yang dimiliki oleh dua variabel umumnya dikenal dengan nama koefisien korelasi. Biasanya koefisien korelasi ini ditulis menggunakan lambang “r”. Nilai dari koefisien tersebut akan selalu terletak pada -1 sampai dengan +1.

Jadi, dalam kaitannya dengan koefisien korelasi sederhana ini, ada beberapa hal peting untuk diingat:

  • Koefisien dari korelasi selalu terletak dalam nilai -1 ≤ r ≤ +1
  • Apabila hasil menunjukkan angka diluar range di atas, itu menandakan bahwa terdapat kesalahan dalam proses perhitungan. Hal ini membuat perlu dilakukan koreksi pada perhitungan.

Rumus Korelasi Sederhana / Pearson

Koefisien korelasi sederhana umumnya dikenal juga dengan nama koefisien korelasi Pearson. Hal itu karena memang penemu dari perhitungan sederhana ini adalah ahli matematika Inggris bernama Karl Pearson. Berikut ini adalah rumus dari perhitungan korelasi sederhana:

Rumus Korelasi Sederhana / Pearson

Artikel Terkait :

Pola Hubungan 2 Variabel

1. Linear Positif (+1)

judul gambar

Jika nilai koefisien mendekati +1 (linier positif), itu artinya hubungan dari pasangan variable X serta Variable Y linier positif kuat.

2.Linear Negatif (-1)

Jika nilai dari koefisien korelasi dekat dengan -1 (linier negatif), itu menandakan bahwa hubungan pasangan dari sebuah data variable X serta Variable Y linier negatif erat.

3. Tidak Berkorelasi (0)

Pada saat nilai koefisien dari korelasi dekat dengan 0 itu artinya korelasi hubungan dari variable X dan Y sangat lemah. Bahkan, bisa dikatakan juga jika hubungan keduanya tidak berkorelasi.

Contoh Soal Korelasi dan Regresi

Selanjutnya, akan diberikan contoh soal tentang korelasi sederhana beserta dengan pembahasan. Informasi ini diharapkan dapat memudahkan Anda dalam memahami materi tentang korelasi sederhana. Berikut ini adalah contoh soalnya.

Contoh Soal:

Seorang insinyur mesin berencana akan mencari tahu tentang pengaruh suhu ruangan dengan jumlah kecacatan yang terjadi. Selain itu, pak insinyur akan mencari tahu tingkat erat dari hubungan kedua variable tersebut. Untuk mendapatkan jawabannya, insinyur mengumpulkan data 30 hari terhadap mean suhu ruangan dan juga jumlah kecacatan pada produksi. Berikut adalah tabelnya:

Tabel contoh soal

Jawaban:

Contoh Soal Korelasi Dan Regresi

Contoh Soal Korelasi Dan Regresi

Berdasarkan perhitungan di atas dapat dilihat bahwa nilai koefisien korelasi dari kecacatan dan suhu ruangan produksi sebesar 0,955. Hasil tersebut menunjukkan jika dua variable tersebut punya hubungan erat dengan bentuk korelasinya adalah Linerar Positif.

Ketahui :

Seperti itulah tadi penjelasan contoh soal korelasi sederhana beserta dengan jawabannya. Semoga dengan informasi yang diberikan terebut, Anda dapat memahami materi Statistika tentang korelasi sederhana.

judul gambar
Andin Reva Kita memiliki dua telinga dan satu mulut. Karena itu, kita bisa mendengarkan dua kali lebih banyak daripada berbicara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close
Alternative Text